Bank Zakat

Mengenal Zakat Pertanian dan Hukumnya

Pertanian bukan hanya sumber pangan, tetapi juga merupakan ladang amal yang membawa berkah bagi kesejahteraan bersama. Dalam Islam, masyarakat yang memiliki lahan pertanian dan diairi maka wajib dikeluarkan zakat. Pada kesempatan ini LAZNAS Al Irsyad mengajak sahabat semua untuk bersama mengenal zakat pertanian dan hukumnya.  

Pada firman Allah SWT dalam Al-Qur’an di surah Al An’am : 141 yang artinya : 

 “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan tidak yang berjunjung, pohon kurma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa dan tidak sama. Makanlah dari buahnya bila dia berubah, dan, janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Yang dimaksud pada kalimat, “Tunaikan haknya” dalam ayat diatas adalah kewajiban untuk mengeluarkan zakat atas hasil panennya. Hak tersbeut disampaikan oleh Anas bin Malik dan Ibnu Abbas RA, serta Thawus, Al Hasan, Ibnu Zaid, Adh-Dhahak dan Said bin Al Musayyib, seperti yang disampaikan oleh Imam Al Qurthubi. 

Hal ini juga di dukung dalam firman Allah : 

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah Sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagaian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu”(QS. At Taubah : 34). 

Tidak hanya pada firman Allah, perintah untuk menunaikan zakat pertanian tercantum pula dalam hadis yaitu 

Dari Jabir bin Abdillah ra dari Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Tanamkan yang disirami oleh sungan dan mendung (hujan) zakatnya persepuluh. Sedangkan yang disirami sengan ats-tsaniyah zakatnya setengah dari persepuluh. (HR. Ahmad, An-Nasai dan Abu Daud). 

Dari hadis diatas terdepat penjelasan untuk memberikan pemahaman kepada kita semua yaitu tentang setengah dari sepersepuluh adalah satu per dua puluh 1/20 atau 5 persen. Dan yang dimaksud dengan ats-tsaniyah ialah unta yang membawa air dari sumur dan digunakan untuk menyirami tanaman. 

Sedangkan berdasarkan seluruh ulama di sepanjang zaman dan telah sampai pada Ijma bahwa diantara tanaman yang ditumbuhkan itu, Sebagian dari hasil panennya wajib untuk dizakati. 

Sahabat, hanya jenis tanaman tertentu yang memenuhi keriteria dapat dikenakan zakat, hal ini telah disepakati para ulama dan Sebagian lainnya masih dalam perselisihan. 

Mazhab Al-Hanafiyah, Asy-Syafi’yah dan Hanabilah mensyaratkan bahwa tanaman yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah tanaman yang secara sengaja ditanam oleh para petani atau sebagai harta yang diusahkan untuk nafkah. 

Sedangkan, bagi tanaman yang tumbuh secara liar atau dengan sendirinya di tanah seseorang meskipun pada akhirnya akan dijual dan memberikan pemasukan bagi pemiliknya, tidaklah ada kewajiban untuk mengeluarkan zakatnya. Contohnya, rumput ataupun tanaman liar lainnya yang tumbuh begitu saja, tanpa secara sengaja ditanami oleh pemiliknya untuk didapat hasilnya. 

Tanaman tersebut dimiliki oleh seseorang tertentu, yaitu bahwa tanaman itu ada pemiliknya, bukan tanaman liar tidak bertuan. Maka tanaman yang dimiliki oleh negara dan tidak dimiliki oleh individu tertentu, tidak termasuk yang wajib dikeluarkan zakatnya. 

Dan pendapat para ulama juga terpecah menjadi empat kelompok dalam menetapkan tanaman apa saja yang hasilnya wajib dikeluarkan zakat.

  1. Mazhab Al-Hanafiyah 

Pada mazhab ini semua jenis dan bentuk tanaman itu wajib dikeluarkan zakatnya, baik makanan pokok atau bukan, baik disimpan lama atau yang cepat busuk, baik yang termasuk buah-buahan ataupun bulir-bulir. 

Dasar dari pendapat ini adalah keumuman ayat-ayat tentang kewajiban mengeluarkan zakat dari tanaman, tanpa ada pengecualian. 

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah Sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan Sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu (QS At Taubah : 34). 

  1. Mazhab Malikiyah 

Pada mazhab ini menetapkan bahwa bila hasil tanaman itu termasuk makanan pokok yang mengenyangkan dan bisa disimpan dalam waktu yang lama. 

Hal ini tentu memiliki alas an, yaitu pada hakikatnya makanan yang mengenyangkan itu adalah makanan yang kita tidak bisa hidup tanpanya. Sehingga hanya pada jenis makanan pokok saja ada kewajiban untuk dikeluarkan zakat. 

  1. Mazhab Asy-Syafi’iyah 

Mazhab ini membagi zakat dari hasil tanaman menjadi dua jenis, yaitu Tsimar dan zuru’. Tsimar merupakan buah-buahan yang hanya dibatasi  menjadi dua yaitu kurma dan zabib atau anggur kering. Sedangkan zuru adalah bulir-bulir hasil dari tanaman, seperti padi, gandum dan sejenisnya. Khusus untuk Zuru’, mazhab As Syafi’yah menyebutkan tiga kriteria agar hasil tanaman itu wajib keluar zakat, yaitu sengaja ditanam oleh seseorang, menjadi bahan makanan dan busa disimpan lama. 

  1. Mazhab Al Hanabilah

Mazhab Al Hanabilah mengeluarkan ketetapan bahwa tanaman yang wajib dizakati hanya tanaman yang berbentuk hubub dan tsimar. Hubub merupakan jenis tanaman yang berupa bulir padi, gandum, dan sejenisnya. Adapun menurut mazhab ini, buah-buah segar seperti anggur, semangka, apel atau delima dan lainnta tidak wajib dizakati. 

 

Sahabat, diatas merupakan penjelasan singkat tentang apa itu zakat pertanian dan hukumnya menurut berbagai mazhab yang ada. Dapat disimpulkan bahwa zakat pertanian merupakan zakat yang dikeluarkan dari hasil panen atau lahan pertanian. Zakat pertanian yang dikeluarkan akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk membantu perekonomian mereka. Namun, untuk mengeluarkan zakat pertanian sahabat harus terlebih dahulu mencapai nishab atau minimal zakat. Bagaimana cara mengetahuinya? LAZNAS Al Irsyad akan membantu menjawab melalui artikel yang kami sajikan. Jadi Simak terus artikel seputar zakat LAZNAS Al Irsyad.

Bank Zakat merupakan media yang di kelola oleh LAZNAS Al-Irsyad
untuk memberikan edukasi seputar zakat dan filantropi islam

Alamat Kantor

Jl. Kalibata Utara II No.84 RT. 010 RW.002 Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan DKI Jakarta Raya 12740

Jalan H. Madrani No.1, Brubahan, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122

Kirim Pesan
BankZakat
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh, Semoga Anda selalu dalam kebaikan dan keberkahan dari Allah SWT. Afwan apakah ada yang bisa kami bantu?